Iklan

Renungan Hari Ini, Membangun Jati Diri Anak Lebih Baik

menyalip menjadi budaya

Sebuah catatan pembaca sekalian, perang tak akan ada apa2 nya dengan korban berjatuhan di jalan raya setiap harinya. Jalan raya adalah refleksi dari medan perang untuk mereka yang tak mengenal baik tata aturannya. Cacat seumur hidup bahkan meninggal dunia menjadi konsekwensi bagi mereka yang tak taat dengan aturan.

Mari kita merenungi sejenak “Mengapa” di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain. Sebuah renungan yang mungkin bisa jadi benar ataupun tidak.

Mengapa..?

Karena sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka di didik dan di ajarkan untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi
lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk
bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat
lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan
anggaran uang rakyat

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi
lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.

Mengapa..?

Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan
bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan
bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di media sosial ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau
melakukan koreksi diri sebelumnya.

Mengapa..?

karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.

Mengapa..?

karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya “ngotot” dan
merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis.

Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

 

Jadi sesungguhnya potret kehidupan yang terjadi sekarang ini adalah sebuah hasil dari apa yang kita semua ciptakan sendiri baik dirumah dan juga dunia pendidikan sekolah.  (fnc)

Iklan

About motomaxone.com

Just a Simple Life

Posted on Februari 20, 2015, in Coretan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: