Iklan

Ban Tubeless Kena Ranjau Paku, Jangan Langsung Dicabut Lho…..

DSC_17

Banyak yang masih beranggapan bahwa ban model tubeless itu sangat merugikan, lucunya jika ditanyakan alasannya kebanyakan orang yang fnc temui mengatakan lebih gampangnya ‘mending pake ban dalam lebih aman’. Nah jika demikian mengapa banyak motor-motor kelas dunia mengaplikasikannya? tentu banyak manfaatnya.

Berbicara tentang manfaat ban tubeless, fnc mengalaminya saat kemarin memutuskan ke malang untuk sebuah keperluan. Mengingat hari sabtu sebenarnya malas juga karena dipastikan kondisi lalu lintas akan begitu padatnya didominasi mobil-mobil luar kota yang akan berlibur entah k malang sendiri atau bahkan ke kota batu.

Setelah menyelesaikan keperluan yang dimaksud, fnc pun menempuh perjalanan pulang lewat rute berbeda. Rute blusukan untuk menghindari macet cukup efektif memangkas waktu menjadi lebih cepat meskipun tetap saja saat kembali ke jalan utama macet tetap menghadang. Tumben juga tuh hari sabtu kemaren arah surabaya juga cukup padat kondisinya. So, jalan santai saja tak mencoba ikutan motor lain yang nggak sabaran karena sekali kita mengikuti maka akan berpengaruh ke konsentrasi berkendara.

DSC_18

Sesampai dirumah, fnc pun memutuskan mencuci bluemx yang sebulan lamanya tak dicuci sekalipun. Maklum, baru sempat beli shampoo untuk motor. Lho sabun lain kan bisa? yup tapi untuk menjaga keawetan mengkilapnya vernis cat motor lebih baik brosis sekalian memakai shampoo khusus motor. Jangan sabun colek atau deterjen yang akan membuat cat menjadi kusam. Kala ban belakang fnc sikat dan bersihkan, lha kok ada bunyi cesss yang menandakan ada tekanan udara yang keluar.

Sontak fnc teliti lagi dengan memutar roda, hasilnya wow. Sebuah paku yang cukup besar nancap di ban belakang, bentuk paku nya pun aneh, apa dimalang mulai banyak ranjau paku ya. Entahlah, atau mungkin saat melewati rute blusukan tadi. Disinilah keuntungan memakai model ban tubeless, sejauh paku tersebut tidak dilepas hingga sampai ditambal nantinya, maka tekanan angin didalam ban masih tetap terjaga meskipun ada sedikit yang bocor. Bandingkan jika memakai ban dalam, maka gejala ban gembos akan terjadi langsung seketika kala paku menembus ban dalam. Nah, setidaknya aman lah sampai kita menambal ban yang tertancap paku tersebut. (fnc)

Iklan

About motomaxone.com

Just a Simple Life

Posted on Oktober 20, 2013, in Otomotif and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. langsung blussssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  2. ceeeeesssss…endi iki matius 😆
    moga-moga gak terulang en gak ngalami..

  3. bagiku ada positifnya ada negatifnya..kalo pengalaman yg sudah2,pake kombinasi lebih oke..klo tubeless kudu agak keras supaya ban menempel erat di velg n angin ga keluar,tp klo ban depan tubeless bikin tangan pegel n komstir cepet kena krn redaman guncangan/getaran cm mengandalkan sok depan,apalagi motor bebek,dan lagi traksinya kerasa kurang karena ban terlalu keras,jadi enaknya yg belakang tubeless biar enak buat boncengan tp yg depan biasa biar bs setel kekerasan sesuai keinginan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: