Iklan

HOCS 2013 Malang, Antara Kebebasan Seni dan Pendidikan Bagi Remaja

IMG_20131012_201650

Tak terasa kita semua telah menginjak pada minggu ke-3 di bulan oktober 2013. Akhir pekan lalu, fnc sengaja berkunjung ke malang kota untuk melihat event akbar honda yang kebetulan diselenggarakan di malang. Apa itu? HOCS 2013.

HOCS adalah Honda Otocontest yang diselenggarakan honda setiap tahunnya secara rutin. Fnc pernah meliput even yang sama 2011 silam dan kali ini kembali berkesempatan berjumpa lagi HOCS tahun ini. Seperti temanya, ajang ini merupakan ajang kontes modifikasi khusus motor honda untuk semua aliran. Entah matic, extreme maupun klasik.

Tak jarang lho, Honda 70 yang sudah lama sekali itu tampil di HOCS 2013 ini dengan kondisi body nya yang masih terawat dengan baik.  Di sektor sport look, CBR 250R nogkrong diantara kumpulan moped honda lainnya. Lebih niat lagi adalah modifikasi bak motor-motor sport Ducati yang begitu besar. Namun sayang, masih banyak pula modifikasi beraliran ceper dengan mengaplikasikan shock ambles. Tak lupa pula penggunaan ban cacing yang seolah menjadi trensetter modifikasi masa kini.

Modif unik yang membuat mata fnc tertuju adalah modif batik yang diterapkan pada New Mega Pro salah seorang peserta modifikasi. Bukan sebuah seni airbrush batik atau cat melainkan kain batik yang dibentuk sedemikian rupa mengikuti liuk lekuk body motor. Kreatif juga, namun bagi fnc kurang memberikan nilai seni modif itu sendiri.

Begitu besar antusiasme masyarakat yang mengunjungi pameran HOCS kali ini. Lebih banyak lagi pengunjung dikarenakan Honda turut pula memberikan panggung hiburan bagi penonton di halaman MOG Malang dengan bejibunnya model-model yang begitu memikat mata penonton yang kebanyakan adalah kaum laki-laki tersebut.

Bagi fnc, begitu sayang jika modifikasi ban cacing yang notabenenya malah mengurangi tingkat keselamatan berkendara diperbolehkan diajang resmi seperti ini. Mengapa demikian? antusiasme pengunjung pameran modifikasi lebih banyak didominasi oleh para remaja. Nah, besar kemungkian pula hal tersebut akan berimbas ke modifikasi harian yang diterapkan untuk motor-motor harian para remaja tersebut.

Semoga kedepannya, even resmi lomba modifikasi seperti HOCS ini bisa memberikan batasan dan syarat ketentuan pada modifikator untuk tetap memikirkan keselamatan berkendara tanpa mengganggu kreasi modifikasi itu sendiri. Even seperti ini ibarat contoh bagi generasi muda yang tak banyak mem-filter segala yang dilihatnya.  (fnc)

Gallery Foto :

Note : gambar seadanya dengan kamera andromax i tanpa dibekali flash

 

Iklan

About motomaxone.com

Just a Simple Life

Posted on Oktober 14, 2013, in Otomotif and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Biasanya khan ada juga kategori yg modif namun msh bisa buat harian. Apa namanya… lupa. Nah, klo diluar itu modifnya ekstreem. Pencegahan ditiru bisa diupayakan dengan pemasangan spanduk saran :”modif ini hanya untuk kontes bukan buat di jalan raya”

    • Harusnya begitu kang.. remaja paling labil ttg hal seperti ini. Sedikit saja nyleneh ditiru dg alasan trend. Nah butuh peran serta penyelenggara kontes u/ meng edukasi lebh baik

  2. kenapa kalau modif kok kebanyakan bannya dibuat cacingan?
    http://sarikurnia980.wordpress.com/

  3. hahahahaha,
    saat ini di solo sedang ada HOCS bro,
    untuk semua peserta d beri surat perjanjian bermaterai bro,
    jika motor yg di ikut sertakan kontes tidak boleh untuk harian,

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: